• Minggu, 07 Oktober 2012

      JENIS-JENIS BEKAM




      Ada 2 Jenis Bekam Yang Dipergunakan:
      1. Bekam Basah (Damawiyah)
      Jenis Bekam Basah Adalah Bekam Yang Dilakukan Oleh Nabi, Maka Dari Itu Disebut Sunnah Nabi.
      Disini Permukaan Kulit Disedot Terlebih Dahulu, Lalu Dilukai Atau Disayat Dengan Menggunakan Lancet (Jarum Yang Tajam) Atau Pisau Bedah Kemudian Disekitarnya Disedot Kembali Untuk Mengeluarkan Darah Yang Berisi Sisa-Sisa Toksid Dari Dalam Tubuh. Setiap Sedotan Dibiarkan Selama 2-3 Menit Kemudian Dibuang Kotorannya Dengan Cara Ditempatkan Pada Cawan Atau Tempat Sampah Khusus. Maksimal Sedotan Tidak Lebih Dari 7 Kali. Darah Yang Mengandung Toksid Berwarna Hitam Pekat Seperti Jeli Atau Berbuih. Jarak Waktu Pengulangan Bekam Di Tempat Yang Sama Adalah 2-3 Minggu. Bekas Luka Insya Allah Akan Hilang Dalam 2-3 Hari Jika Diurut Dengan Minyak Habbatssauda Atau Minyak Zaitun Atau Minyak But-But Dan Bekasnya Tidak Terkena Air Selama 3-4 Jam Setelah Berbekam.
      2. Bekam Kering (Jaafah )
      Bekam Jenis Ini Adalah Pengembangan Dari Bekam Basah. Bekam Kering Bermanfaat Untuk Membuang Angin Serta Melegakan Sakit Secara Emergensi Tanpe Melukai Kulit. Dapat Melemaskan Otot-Otot Yang Kaku. Disini Pengkopan Hanya Dilakukan Satu Kali Selama 15-20 Menit. Setelah Selesai Baru Dioleskan Lagi Minyak Untuk Mempercepat Menghilangkan Lebam Bekas Bekam Kering Tersebut.

      Ada 4 Teknik Bekam Yang Biasa Dilakukan :

      Teknik Statis, Dimana Titik Yang Dituju Langsung Dihisap

      Teknik Seluncur, Dimana Sebelum Mendapatkan Titik Yang Dimaksud Tubuh Diolesi Dulu Dengan Minyak Kemudian Di Kop Dengan Gelas Bekam Kemudian Diseluncurkan. Teknik Ini Biasanya Digunakan Untuk Membuang Angin.

      Teknik Tarik, Biasanya Digunakan Pada Dahi, Dengan Cara Dihisap Kemudian Ditarik, Demikian Berkali-Kali.

      Teknik Limfatik, Yaitu Sebelum Menemukan Titik Yang Akan Dibekam Bagian Tubuh Yang Akan Dibekam Dipalpasi (Diraba), Bila Terasa Ada Sesuatu Yang Menonjol Seperti Gumpalan-Gumpalan Yang Berbentuk Pasir, Beras Atau Kacang Hijau, Hisap Dengan Menggunakan Gelas Bekam.
      Fungsi Teknik Limfatik Adalah Untuk Mengaktifkan Kembali Leukosit Dalam Menjalankan Tugasnya Yaitu Membasmi Kuman, Bakteri Dan Virus Yang Melemahkan Sistem Imunitas.

      Tata Cara Teknik-Teknik Bekam
      1. Bekam Basah (Hijamah Rothbah), Wet Cupping
      Metode Pembekaman Ini Merupakan Metode Pengeluaran Darah Statis Atau Darah Kotor Yang Dapat Membahayakan Tubuh Jika Tidak Dikeluarkan.
      Tata Cara Bekam Basah :

      Lakukan Pemijatan / Urut Seluruh Tubuh Dengan Minyak Habbats Atau But-But Atau Zaitun Selama 5-10 Menit, Agar Peredaran Darah Menjadi Lancar Dan Pengeluaran Toksid Menjadi Optimal.

      Hisap / Vacuum Dengan Gelas Kaca Pada Permukaan Kulit Yang Sudah Ditentukan Titik-Titiknya. 3-5 Kali Pompa, Biarkan Selama 3-5 Menit Untuk Memberikan Kekebalan Pada Kulit Saat Dilakukan Penyayatan.

      Kemudian Lepas Gelas Kaca Tersebut, Basuh Kulit Dengan Alkohol Atau Betadine Untuk Membersihkan Permukaan Kulit Yang Akan Dibekam Dari Kuman, Lakukan Penyayatan Dengan Lancet/ Jarum/ Pisau Bedah, Sayatan Disesuaikan Dengan Diameter/ Lingkaran Gelas Tersebut, Lalu Hisap Dengan Alat Cupping Set Dan Hand Pump Untuk Menyedot Darah Kotor. Hisap/ Vacuum Sebanyak 3-5 Kali Pompa (Disesuaikan Dengan Ketahanan Pasien) Dan Biarkan Selama 3-5 Menit.

      Buang Darah Yang Kotor (Pada Cawan Yang Telah Disiapkan), Kemudian Lakukan Pembekaman Lagi Pada Tempat Yang Sama. Biarkan 2-3 Menit, Lakukan Hal Ini Sampai 3 Kali Dan Maksimal 5 Kali Jika Pada Kondisi Pasien Tertentu Bisa Sampai Maksimal 7 Kali.

      Setelah Selesai Bekas Bekaman Diberi Anti Septik /Minyak But-But, Agar Tidak Terjadi Infeksi Dan Luka Cepat Sembuh

      Pembekaman Dapat Dilakukan Tiap Hari Pada Titik-Titik Yang Berbeda-Beda Dan Berikan Jangka Waktu 2-3 Pekan Untuk Titik Yang Sama. Atau 4 Pekan Sekali Melakukan Pembekaman.

      Sebaiknya Dilakukan Diagnosa Sebelum Pembekaman Agar Dicapai Suatu Ketepatan Dalam Pengobatan Dan Tidak Membahayakan Pasien.
      2. Bekam Kering /Hijamah Jaafah / Dry Cupping
      Metode Ini Hanya Dilakukan Untuk Menghilangkan Rasa Nyeri Dan Melenturkan Otot-Otot Pada Punggung Dan Badan Bagian Belakang. Tindakan Ini Dilakukan Untuk Penyakit Ringan.
      Cara Bekam Kering :

      Massage/ Urut Seluruh Badan Bagian Belakang Dengan Minyak But-But/Zaitun/Minyak Habbatssauda Selama 5 Menit.

      Hisap/Vacuum Dengan Gelas Kaca Pada Permukaan Kulit Dan Pada Titik Yang Sudah Ditentukan. Hal Ini Sebaiknya Dilakukan 3-5 Kali Pompa Dan Biarkan Selama 10-15 Menit.
      Lepaskan Gelas Kaca Tersebut Dan Urut Kembali Bekas Bekaman Dengan Menggunakan Minyak Selama 2-3 Menit.
      3. Bekam Seluncur/ Meluncur
      Metode Ini Sebagai Ganti Kerokan Yang Dapat Membahayakan Kulit Karena Dapat Merusak Pori-Pori. Tindakan Ini Bermanfaat Untuk Membuang Angin Pada Tubuh, Melemaskan Otot-Otot Dan Melancarkan Peredaran Darah.
      Cara Bekam Seluncur :

      Urut Seluruh Badan Bagian Belakang Dengan Menggunakan Minyak Secukupnya Sebagai Pelemasan.

      Hisap/Vacuum Dengan Gelas Kaca Pada Permukaan Kulit 1-3 Kali Pompa, Kemudian Gerakkan Gelas Kaca Tersebut Dari Arah Bawah Ke Atas Atau Dari Atas Ke Bawah Dengan Perlahan Sampai Nampak Warna Kemerahan. Hal Ini Cukup Dilakukan 2-3 Menit.

      Lepas Gelas Kaca Tersebut Dan Urut Kembali Dengan Minyak Selama 2-3 Menit.
      4. Bekam Tarik
      Metode Ini Hanya Untuk Menghilangkan Rasa Nyeri Dan Penat Di Bagian Dahi, Kening Dan Bagian Yang Pegal-Pegal.
      Caranya : Dengan Menyedotkan Gelas Kaca Secukupnya Di Dahi/ Bagian Yang Pegal Kemudian Ditarik Berulang-Ulang Sampai Kulit Menjadi Kemerahan.

      Larangan Bekam

           Larangan Bekam bagi penderita penyakit dibawah ini :

      1. Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
      2, Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).
      3. Jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.
      4. Jangan membekam orang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.
      5. Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk dibekam basah.
      6. Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
      7. Jangan memberkam pada kondisi : perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
      8. Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.
      9. Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.Jangan memberkam daerah perut terlalu keras.
      10. Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.
      11. Jangan melakukan bekam langsung setelah makan, pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan.
      12. Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya.
      13. Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.
      14. Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin.
      15. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
      16. Jangan membekam basah orang yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
      17. Jangan membekam pasien diabetes (gula darah di atas 280) kecuali oleh orang yang ahli.
      18. Jangan membekam di area terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal ruangan.
      19. Dilarang membekam area berikut :Lubang alamiah tubuh : mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus, puting susu.Daerah sistem nodus limfa yang berfungsi sebagai penghasil antibodi, yaitu di submaksilari, korvikal, sudmalaonkular, aksilari, bagian detak jantung, nodus inguinalglimfa danDaerah yang dekat dengan pembuluh besar (big vessels).Contoh Area Bekam :










      Bekam Kering dan Bekam Basah







      1 Manfaat Bekam Kering
      Mengatasi Masalah Masuk Angin 

      Menghilangkan Rasa Sakit Pada Paru-Paru Yang Kronis 

      Menahan Derasnya Darah Haid Dan Hidung Mimisan 

      Meringankan Rasa Sakit Dan Mengurangi Penumpukkan Darah 

      Melenturkan Otot-Otot Yang Tegang 

      Radang Urat Saraf Dan Radang Sumsum Tulang Belakang 

      Pembengkakan Liver 

      Radang Ginjal Dan Wasir 

      2. Manfaat Bekam Basah, 

      Memberihkan Darah Dari Racun-Racun Sisa Makanan Dan Dapat Meningkatkan Aktifitas Saraf Tulang Belakang (Vertebra) 

      Mengatasi Tekanan Darah Yang Tidak Normal Dan Pengapuran Pada Pembuluh Darah (Arteriosklerosis) 

      Menghilangkan Pusing-Pusing, Memar Dibagian Kepala, Wajah, Migraine Dan Sakit Gigi 

      Menghilangkan Kejang-Kejang Dan Keram Pada Otot 

      Memperbaiki Permeabilitas Pembuluh Darah 

      Sangat Bermanfaat Bagi Penderita Asma, Pneumonia Dan Angina Pectoris 

      Menajamkan Penglihatan Dan Membantu Dalam Pengobatan Mata 

      Bagi Wanita Dapat Mengobati Gangguan Rahim Dan Gangguan Haid 

      Melancarkan Peredaran Darah, Meringankan Badan, Menghilangkan Sakit Bahu, Dada Dan Punggung 

      Membantu Mengatasi Kemalasan, Lesu Dan Banyak Tidur 

      Mengatasi Insomnia, Stress, Mimpi Buruk, Sering Kesurupan, Trauma, Rasa Takut Yang Berlebihan, Narkoba, Kurang Gairah 

      Mengeluarkan Angin, Toksid, Dan Kolesterol Yang Membahayakan Bagi Tubuh 

      Menyembuhkan Encok Dan Reumatik 

      Mengatasi Gangguan Kulit, Alergi Jerawat Dan Gatal-Gatal 

      Memulihkan Fungsi Tubuh 

      Mengatasi Radang Selaput Jantung Dan Radang Ginjal 

      Mengatasi Keracunan 

      Dapat Menyembuhkan Luka Bernanah Dan Bisul 

      Mengobati Masuk Angin, Darah Tinggi, Kolesterol, Stroke, Jantung Dan Asam Urat 

      Mengobati Sakit Pinggang, Liver, Sakit Kepala, Sakit Mata, Impotensi, Sinusitis, Wasir Dan Maag. 
      Peralatan Bekam 

      Cupping Set, Dipergunakan Untuk Menghisap Titik-Titik Permukaan Kulit Yang Sudah Ditentukan. Gelas-Gelas Kaca Berdiameter Besar, Sedang, Kecil Dapat Digunakan Sesuai Dengan Daerah Yang Akan Dibekam 

      Lancing Device, Alat Seperti Pulpen Untuk Memasukkan Jarum 

      Lancing (Jarum )/ Blade Surgical (Pisau Bedah), Alat Ini Harus Steril. Digunakan Sebagai Penyayat Atau Memberikan Tusukan Kecil Dan Digunakan Hanya Satu Kali Pemakaian Untuk Satu Orang. 

      Tensimeter Dan Glucometer 

      Sarung Tangan, Masker, Tissue, Kapas Dan Kassa Steril 

      Mesin Atau Pisau Cukur Untuk Mencukur Bulu-Bulu Halus Dan Rambut 

      Alkohol, Minyak Habbatussauda/ But-But/ Zaitun, Betadine Dan H2O2 

      Tempat Sampah 
      Diagnosis Penyakit Melalui Bekas Pembekaman 

      Bekas Bekam Yang Muncul Berwarna Ungu Kegelapan Atau Hitam, 
      Adalah indikasi dari kondisi tubuh yang defisiensi (kekurangan) pasokan darah dan saluran pembuluh darah yang tidak lancar yang disertai dengan adanya pembekuan darah (stagnasi darah) 

      Bekas Bekam Berwarna Ungu Disertai Flaque (Bercak-Bercak), 
      Adalah indikasi dari adanya gangguan atau kelainan penggumpalan darah dan adanya darah statis 

      Bekas bekam muncul warna bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada ungu tua dan ada ungu muda) hal ini menunjukkan kelainan chi dan adanya darah statis 

      Bekas Bekam Yang Muncul Berwarna Merah Gelap, 
      Hal ini mengindikasikan kondisi lemak dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen 

      Bekas Bekam Yang Muncul Berwarna Agak Pucat/ Putih Dan Tidak Hangat Ketika Disentuh, 
      Hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen 

      Adanya Garis-Garis Pecah/ Ruam Pada Permukaan Bekas Bekam Dan Rasanya Sedikit Gatal, 
      Hal ini mengindikasikan kondisi adanya lembab pathogen dan gangguan gas patogen 

      Munculnya Uap Air Pada Dinding Gelas Bekam, 
      Menandakan kondisi adanya gas-gas patogen dalam daerah tersebut 
      Adanya Blister (Lepuhan) Pada Bekas Bekam 

      Menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh . adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.

      Minggu, 30 September 2012

      Selamat Datang

      Bismillahirrohmanirrokhim

      Subscribe To RSS

      Sign up to receive latest news